PRAKARYA

Ekskul prakarya merupakan pengembangan dari mata pelajaran prakarya yang didalamnya diisi dengan kegiatann yang bersangkutan dengan mata pelajaran prakarya seperti memasak dan membuat kerajinan. Sesuai dengan beberapa aspek yang ada di pelajaran prakarya, yaitu aspek pengolahan dan aspek kerajinan, maka kedua aspek tersebut yang dikembangkan oleh ekskul prakarya dimana siswa dan siswi yang ingin mendalami keterampilan dalam kedua aspek tersebut bisa lebih optimal dibandingkan dengan pembelajaran di kelas. Ekskul ini memasuki tahun kedua di tahun ini. Jumlah siswa siswi yang berminat mengikuti ekskul ini mengalami peningkatan dari tahun lalu. Ini menandakan semakin besarnya minat siswa siswi dalam mengembangkan bakat memasak dan membuat kerajinan.

Sesuai dengan rencana ekskul prakarya selama 1 tahun ajaran 2018/2019, praktik di setiap ekskul diadakan bergantian antara aspek pengolahan makanan dengan aspek kerajinan.  Kegiatan dua praktik tersebut diusahakn seimbang dan sesuai dengan minat yang dimiliki setiap siswa/siswi. Dari aspek pengolahan, siswa/siswi diajarkan dan dibimbing lebih mendetail dan focus bagaimana tahapan pengolahan suatu makanan dan merekapun turut andil dan terjun langsung mengolah makanan tersebut dari proses awal persiapan, proses pembuatan, hingga proses penyajian. Beberapa makanan yang telah diolah merupakan makanan yang prosesnya ada yang terbilang mudah hingga yang cukup sulit pembuatannya. Dan berbagai macam resep pun telah dicoba, dari mulai resep makanan tradisional hingga resep makanan modern. Dan setelah mereka selesai membuat olahan makanan, makanan tersebut dinikmati secara bersama-sama dan dibagikan ke beberapa guru sebagai pengetes rasa. Kedepannya bila sudah semakin banyak makanan yang telah dibuat oleh ekskul prakarya, akan dibuat buku resep makanan yang telah dibuat oleh siswa siswi tersebut.

Pada aspek kerajinan, siswa siswi anggota ekskul prakarya membuat kerajinan yang terbuat dari barang barang bekas yang umumnya menjadi sampah yang dibuang begitu saja. Contoh bahan yang digunakan adalah kertas Koran, plastic wadah atau plastic keresek, dan juga potongan potongan plastic lainnya yang sudah tidak terpakai. Seluruh anggota ekskul dibimbing dari mulai persiapan, pembuatan pola, hingga proses pembuatan hingga pewarnaan produk kerajinan. Beberapa dari hasil kerajinan yang dibuat ada yang dibawa pulang langsung oleh para siswa siswi, ada yang disimpan disekolah yang nantinya akan diikutkan pameran disetiap acara sekolah.

Kendala yang dirasakan dalam ekskul prakarya ini yaitu masalah tempat yang kurang memadai, semakin banyaknya peserta yang tergabung dalam ekskul prakarya, semakin dibutuhkan tempat yang luas dan fasilitas yang memadai.