LAB IPA

Laboratorium IPA merupakan tempat guru dan siswa melakukan percobaan dan penelitian IPA untuk memperoleh pemahaman yang mendalam sekaligus membuktikan konsep IPA yang telah dipelajari di kelas. SMP Al Muttaqin merupakan sebuah sekolah yang memiliki kurikulum Sains Tahfidzh yang mana merupakan sebuah tuntutan untuk siswa dapat memahami segala bentuk konseptual dari ilmu pengetahuan dengan menyajikan bentuk-bentuk praktik maupun realita dari sebuah konsep sehingga dapat mencapai suatu pemahaman yang signifikan mengenai ilmu pengetahuan.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang menunut pada kualitas siswa sebagai sumberdaya bangsa harus memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta metode atau cara belajar yang efektif. Untuk memenuhi tuntutan perkembangan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan saintifik seperti melakukan kegiatan mengamati, bertanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta.

Pendekatan ini tidak lain bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Pendekatan saintifik (scientific approach) merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan kurikulum. Melalui pendekatan saintifik tersebut, siswa dapat memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang berada diluar sekolah sana.

SMP Al-Muttaqin memiliki fasilitas laboratorium yang terbilang memadai untuk jenjang sekolah menengah pertama. Fasilitas tersebut sebagai penunjang bagi peserta didik dalam pembelajaran saintifik, baik dalam teori sains IPA maupun praktikum. Laboratorium tersebut didesain sesuai dengan kompetensi kurikulum yang ada, sehingga peserta didik mampu mengikuti kompetensi kurikulum yang berlaku dalam pembelajarannya.

Selain motto Akhlak, Bahasa, dan IT (ABI), SMP Al-Muttaqin juga mengedepankan sains dalam mata pelajaran yang merupakan salah satu ketuntusan kelulusan sekolah yakni Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam hal pembelajaran sains terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru dituntut untuk mensinkronisasikan antara teori kurikulum yang dipegang dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini juga merupakan suatu tuntutan dalam pemenuhan kompetensi inti dalam kurikulum 2013 pada KI.1 yang memuat mengenai kompetensi sikap spiritual.

Sains diciptakan justru sebagai salah satu jembatan manusia dengan Allah, sebagai sarana untuk semakin menguatkan keimanan seorang hamba kepada Allah SWT. Faktanya banyak ilmuwan yang justru memeluk agama Islam karena pengetahuan mereka. Semoga dalam setiap proses pembelajarannya guru mampu menguatkan teoritasnya serta dapat menyangkutpautkan dengan mukjizat Al-Quran, sehingga peserta didik terpupuk imannya dalam suatu konsep pembelajaran yang islami.

 

 

AEP FIRMAN, S.Pd
Kepala Laboratorium IPA